Sosialisasi Implementasi mitigasi untuk menumbukan peduli bencana dan pentingnya merawat lingkungan ( di desa Labuhan Ratu IX kec. Labuhan Ratu Lampung Timur)
Abstract
Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur merupakan kawasan yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam seperti banjir, angin kencang, dan kekeringan, ditambah dengan degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia yang kurang terkontrol. Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana dan pentingnya merawat lingkungan menjadi persoalan mendasar yang perlu diatasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi implementasi mitigasi bencana berbasis komunitas serta edukasi peduli lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD), simulasi tanggap bencana, dan pelatihan praktis penanaman pohon serta pengelolaan sampah. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan melibatkan 120 warga yang terdiri dari tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda, dan aparatur desa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana (rata-rata pre-test 42,3 menjadi 78,6 pada post-test) dan terbentuknya Kelompok Siaga Bencana Desa (KSBD) serta komitmen warga dalam program penghijauan dengan penanaman 500 bibit pohon. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa sosialisasi berbasis partisipatif yang intensif mampu menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan
References
Bencana, B. N. P. (2022). Data Informasi Bencana Indonesia 2022. BNPB.
Bookchin, M. (1982). The Ecology of Freedom: The Emergence and Dissolution of Hierarchy. Cheshire Books.
Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969.
Chaskin, R. J. (2001). Building community capacity: A definitional framework and case studies from a comprehensive community initiative. Urban Affairs Review, 36(3), 291–323.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Herder and Herder.
Hidayat, A. (2020). Integrasi mitigasi bencana banjir dan penghijauan daerah aliran sungai: Studi kasus di Lampung Selatan. Jurnal Lingkungan Hidup Dan Bencana, 8(2), 112–128.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.
Lavigne, F., De Coster, B., Juvin, N., Flohic, F., Gaillard, J. C., Texier, P., & Sartohadi, J. (2008). People’s behaviour in the face of volcanic hazards: Perspectives from Javanese communities, Indonesia. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 172(3–4), 273–287.
Mezirow, J. (1991). Transformative Dimensions of Adult Learning. Jossey-Bass.
Nurjanah, R., Sugiharto, I., Kuswanda, Y., & Siber, Z. (2012). Manajemen Bencana. Alfabeta.
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263.
Rinaldi, M. (2021). Pengabdian kepada masyarakat: Sosialisasi mitigasi bencana di wilayah pesisir Lampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 2(3), 88–102.
Twigg, J. (2009). Characteristics of a Disaster-Resilient Community: A Guidance Note (Version 2). DFID.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana (2007).
Zulfan, I., Amrina, U., & Nurhayati. (2019). Efektivitas kelompok siaga bencana dalam pengurangan risiko bencana tsunami di komunitas pesisir Aceh. Jurnal Kebencanaan Indonesia, 5(1), 17–33.





.png)


