https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/issue/feedJournal Khafi : Journal Of Islamic Studies2026-09-04T09:16:45+07:00M. Dani Habibi, M. Agjayapandusadewa@gmail.comOpen Journal Systems<p>Khafi Journal: A multi-disciplinary publication journal dedicated to the scientific study of all aspects of scientific writing. Special attention is given to works dealing with history, education, geography, political science, economics, anthropology, sociology, law, literature, religion, philosophy, international relations, environmental and development issues, as well as related ethical questions with scientific research.</p>https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/280PENDANGAN IGNAZ GOLDZIHER TERHADAP ASAL-USUL MUNCULNYA HADIS NABI MUHAMMAD SAW2026-06-12T18:38:25+07:00M. Dani Habibijayapandusadewa@gmail.comMAHFUDjayapandusadewa@gmail.com<p>This paper discusses the oriental hadith in outline. We know hadits the second source of Islamic law after the Qur'an is important for Muslims to understand. However, in its development the hadits is understood not only by Muslims but also for non Muslims, especially in the West. Ignaz Goldziher is one of them, he is a western scholar who studied hadith. So that in the end Goldziher concluded that the murini hadith doubts the prophet. Because hadits is used for the benefit of political groups, fiqh and Sufism. Then this triggered Mustofa Azami to criticize Goldziher's conclusion. This article contains qualitative research using literature review. Thus, the researcher focuses on a work by Ignaz Goldziher entitled Muslim Studies.</p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/286PENGGUNAAN HADIS DALAM ISTINBATH HUKUM NAHDLATUL ULAMA: ANALISIS METODOLOGI LAJNAH BAHTSUL MASA’IL2026-08-24T00:58:18+07:00Tri Budiantotribudiantokrui@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan metodologi penggunaan hadis Nabi Muhammad SAW dalam proses istinbath hukum Islam yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lajnah Bahtsul Masa’il. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena unik di mana NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam memutuskan perkara hukum tidak secara langsung merujuk pada teks (nash) al-Qur’an dan hadis, melainkan menggunakan kitab-kitab kuning (<em>al-mu’tabarah</em>) sebagai instrumen interpretasi. Praktik ini memicu kritik dari kalangan modernis yang menilai bahwa keputusan hukum NU tidak bersumber langsung dari wahyu, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya terkait legitimasi amaliyah keagamaan warga Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap keputusan-keputusan Muktamar NU dan literatur yang membahas tentang Lajnah Bahtsul Masa’il. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menerapkan tiga metode istinbath secara berjenjang, yaitu: (1) <em>qauliy</em>, yaitu merujuk secara tekstual pada pendapat imam mazhab dalam kitab kuning; (2) <em>ilhaqy</em>, yaitu menganalogikan kasus baru dengan kasus serupa yang telah dijawab dalam kitab mu’tabarah; dan (3) <em>manhajiy</em>, yaitu mengikuti kaidah dan jalan pikiran imam mazhab yang secara langsung menggunakan dalil hadis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa NU tidak memiliki kriteria seleksi hadis yang formal dan ketat, tetapi secara pragmatis menerima hadis <em>dhaif</em> sebagai hujjah, khususnya dalam ranah <em>fadha’il al-a’mal</em> (keutamaan amal), dengan argumentasi bahwa hadis <em>dhaif</em> masih lebih kuat daripada <em>ra’yu</em> (pendapat akal) dan telah mendapat pembenaran melalui ijma’ ulama. Kesimpulannya, pendekatan NU dalam menggunakan hadis mencerminkan sikap kehati-hatian (<em>ikhtiyat</em>) dan upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan (<em>isnad</em>) dari generasi ke generasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun NU terkesan “berjarak” dengan sumber utama, metode ini justru menjadi pembeda fundamental dengan organisasi pembaharu yang mengusung jargon rujuk langsung kepada al-Qur’an dan Hadis, sekaligus menjadi upaya preventif terhadap penafsiran eksklusif-fundamentalis yang berpotensi menyesatkan.</p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/290Dampak physical bullying terhadap kepercayaan diri siswa di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Prapatan Jakarta2026-09-04T09:16:45+07:00Rizkiyahzkiyahkiyah7@gmail.comSepti Gumiandariseptigumiandari@gmail.comAbdul Muizmuiz@umc.ac.id<table width="0"> <tbody> <tr> <td width="595"> <p><em>Dalam lingkungan sekolah, banyak kejadian yang menjadikan hambatan dalam belajar diantaranya bullying. Pelaku bullying biasanya adalah orang yang berkuasa yang sengaja mengintimidasi korbannya dengan motif-motif tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Physical bullying yang dialami oleh siswa di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (2) Faktor yang menyebabkan terjadinya physical bullying di kalangan siswa Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (3) Seberapa besar physical bullying dapat mempengaruhi kepercayaan diri siswa Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (4) Upaya sekolah dalam mengatasi kasus physical bullying di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode mixed method. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan dalam penelitian ini yakni kuesioner/angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Prapatan Jakarta Selatan, dapat disimpulkan bahwa bentuk physical bullying antara lain (1) memukul (2) menendang (3) menampar. Sedangkan faktor yang menyebabkan terjadinya physical bullying yaitu : (1) kebiasaan mengejek orang lain (2) tidak mendapatkan apa yang dia mau (3) pengaruh negatif dari sosial media. Pengaruh antara physical bullying terhadap kepercayaan diri siswa dapat dilihat dari nilai signifikansi (Sig) 0,000 (<0,05) maka Hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika physical bullying terjadi maka menurunnya kepercayaan diri siswa. Upaya sekolah dalam menangani physical bullying yaitu : (1) mendorong perilaku positif (2) menerapkan aturan tata tertib sekolah (3) menyelesaikan kejadian bullying secara bijak.</em></p> <p><em> </em></p> </td> </tr> <tr> <td width="595"> <p>Terdiri dari maksimal 150 kata berbahasa Indonesia dengan huruf Times New Roman 9 poin, spasi 1. Abstrak harus jelas, deskriptif dan harus memberikan gambaran singkat masalah yang diteliti. Abstrak meliputi alasan pemilihan topik atau pentingnya topik penelitian, tujuan (dapat pula langsung menuliskan tujuan, tanpa diawali alasan pemilihan topik), metode penelitian dan ringkasan hasil. Abstrak harus diakhiri dengan komenar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026