https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/issue/feed Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies 2026-10-26T21:20:27+07:00 M. Dani Habibi, M. Ag jayapandusadewa@gmail.com Open Journal Systems <p>Khafi Journal: A multi-disciplinary publication journal dedicated to the scientific study of all aspects of scientific writing. Special attention is given to works dealing with history, education, geography, political science, economics, anthropology, sociology, law, literature, religion, philosophy, international relations, environmental and development issues, as well as related ethical questions with scientific research.</p> https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/280 PENDANGAN IGNAZ GOLDZIHER TERHADAP ASAL-USUL MUNCULNYA HADIS NABI MUHAMMAD SAW 2026-06-12T18:38:25+07:00 M. Dani Habibi jayapandusadewa@gmail.com MAHFUD jayapandusadewa@gmail.com <p>This paper discusses the oriental hadith in outline. We know hadits the second source of Islamic law after the Qur'an is important for Muslims to understand. However, in its development the hadits is understood not only by Muslims but also for non Muslims, especially in the West. Ignaz Goldziher is one of them, he is a western scholar who studied hadith. So that in the end Goldziher concluded that the murini hadith doubts the prophet. Because hadits is used for the benefit of political groups, fiqh and Sufism. Then this triggered Mustofa Azami to criticize Goldziher's conclusion. This article contains qualitative research using literature review. Thus, the researcher focuses on a work by Ignaz Goldziher entitled Muslim Studies.</p> 2026-04-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/286 PENGGUNAAN HADIS DALAM ISTINBATH HUKUM NAHDLATUL ULAMA: ANALISIS METODOLOGI LAJNAH BAHTSUL MASA’IL 2026-08-24T00:58:18+07:00 Tri Budianto tribudiantokrui@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan metodologi penggunaan hadis Nabi Muhammad SAW dalam proses istinbath hukum Islam yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lajnah Bahtsul Masa’il. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena unik di mana NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam memutuskan perkara hukum tidak secara langsung merujuk pada teks (nash) al-Qur’an dan hadis, melainkan menggunakan kitab-kitab kuning (<em>al-mu’tabarah</em>) sebagai instrumen interpretasi. Praktik ini memicu kritik dari kalangan modernis yang menilai bahwa keputusan hukum NU tidak bersumber langsung dari wahyu, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya terkait legitimasi amaliyah keagamaan warga Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap keputusan-keputusan Muktamar NU dan literatur yang membahas tentang Lajnah Bahtsul Masa’il. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menerapkan tiga metode istinbath secara berjenjang, yaitu: (1)&nbsp;<em>qauliy</em>, yaitu merujuk secara tekstual pada pendapat imam mazhab dalam kitab kuning; (2)&nbsp;<em>ilhaqy</em>, yaitu menganalogikan kasus baru dengan kasus serupa yang telah dijawab dalam kitab mu’tabarah; dan (3)&nbsp;<em>manhajiy</em>, yaitu mengikuti kaidah dan jalan pikiran imam mazhab yang secara langsung menggunakan dalil hadis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa NU tidak memiliki kriteria seleksi hadis yang formal dan ketat, tetapi secara pragmatis menerima hadis&nbsp;<em>dhaif</em>&nbsp;sebagai hujjah, khususnya dalam ranah&nbsp;<em>fadha’il al-a’mal</em>&nbsp;(keutamaan amal), dengan argumentasi bahwa hadis&nbsp;<em>dhaif</em>&nbsp;masih lebih kuat daripada&nbsp;<em>ra’yu</em>&nbsp;(pendapat akal) dan telah mendapat pembenaran melalui ijma’ ulama. Kesimpulannya, pendekatan NU dalam menggunakan hadis mencerminkan sikap kehati-hatian (<em>ikhtiyat</em>) dan upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan (<em>isnad</em>) dari generasi ke generasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun NU terkesan “berjarak” dengan sumber utama, metode ini justru menjadi pembeda fundamental dengan organisasi pembaharu yang mengusung jargon rujuk langsung kepada al-Qur’an dan Hadis, sekaligus menjadi upaya preventif terhadap penafsiran eksklusif-fundamentalis yang berpotensi menyesatkan.</p> 2026-04-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/290 Dampak physical bullying terhadap kepercayaan diri siswa di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Prapatan Jakarta 2026-09-04T09:16:45+07:00 Rizkiyah zkiyahkiyah7@gmail.com Septi Gumiandari septigumiandari@gmail.com Abdul Muiz muiz@umc.ac.id <table width="0"> <tbody> <tr> <td width="595"> <p><em>Dalam lingkungan sekolah, banyak kejadian yang menjadikan hambatan dalam belajar diantaranya bullying. Pelaku bullying biasanya adalah orang yang berkuasa yang sengaja mengintimidasi korbannya dengan motif-motif tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Physical bullying yang dialami oleh siswa di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (2)&nbsp; Faktor yang menyebabkan terjadinya physical bullying di kalangan siswa Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (3) Seberapa besar physical bullying dapat mempengaruhi kepercayaan diri siswa Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. (4) Upaya sekolah dalam mengatasi kasus physical bullying di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode mixed method. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan dalam penelitian ini yakni kuesioner/angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di sekolah Mts Sa’adatuddarain Mampang Prapatan Jakarta Selatan, dapat disimpulkan bahwa bentuk physical bullying antara lain (1) memukul (2) menendang (3) menampar. Sedangkan faktor yang menyebabkan terjadinya physical bullying yaitu : (1) kebiasaan mengejek orang lain (2) tidak mendapatkan apa yang dia mau (3) pengaruh negatif dari sosial media. Pengaruh antara physical bullying terhadap kepercayaan diri siswa dapat dilihat dari nilai signifikansi (Sig) 0,000 (&lt;0,05) maka Hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jika physical bullying terjadi maka menurunnya kepercayaan diri siswa. Upaya sekolah dalam menangani physical bullying yaitu : (1) mendorong perilaku positif (2) menerapkan aturan tata tertib sekolah (3) menyelesaikan kejadian bullying secara bijak.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> </td> </tr> <tr> <td width="595"> <p>Terdiri dari maksimal 150 kata berbahasa Indonesia dengan huruf Times New Roman 9 poin, spasi 1. Abstrak harus jelas, deskriptif dan harus memberikan gambaran singkat masalah yang diteliti. Abstrak meliputi alasan pemilihan topik atau pentingnya topik penelitian, tujuan (dapat pula langsung menuliskan tujuan, tanpa diawali alasan pemilihan topik), metode penelitian dan ringkasan hasil. Abstrak harus diakhiri dengan komenar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-04-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/292 Paradigma dan Revolusi Ilmiah Thomas S. Kuhn: Relevansinya terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern 2026-10-12T16:13:12+07:00 Tri Muhammad Nur nnur70956@gmail.com <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep paradigma dan revolusi ilmiah dalam pemikiran Thomas S. Kuhn serta relevansinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Paradigma merupakan kerangka konseptual yang menjadi landasan bagi komunitas ilmiah dalam menentukan persoalan, metode, dan standar penyelesaian masalah ilmiah. Menurut Kuhn, perkembangan ilmu pengetahuan tidak selalu berlangsung secara linear dan kumulatif, tetapi dapat mengalami perubahan mendasar melalui proses revolusi ilmiah. Proses tersebut meliputi tahap sains normal, munculnya anomali, terjadinya krisis, revolusi ilmiah, dan terbentuknya paradigma baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan terhadap karya-karya Thomas S. Kuhn dan literatur yang relevan dengan kajian filsafat ilmu. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi gagasan utama Kuhn dan menghubungkannya dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Kuhn memberikan perspektif kritis terhadap anggapan bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui akumulasi fakta secara bertahap. Perkembangan ilmu juga dipengaruhi oleh perubahan kerangka berpikir, praktik komunitas ilmiah, serta kemampuan paradigma dalam menjelaskan berbagai fenomena baru. Dalam konteks ilmu pengetahuan modern, pemikiran Kuhn relevan untuk memahami perubahan teori, perkembangan teknologi, dan transformasi pendekatan penelitian. Dengan demikian, konsep paradigma dan revolusi ilmiah menegaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan proses dinamis yang terbuka terhadap evaluasi, kritik, dan perubahan konseptual.</p> 2026-04-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/293 RELEVANSI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM KLASIK TERHADAP SISTEM EKONOMI MODERN 2026-10-26T21:20:27+07:00 Eka Santi ekasanti3011@gmail.com <p><em>Pemikiran ekonomi Islam klasik merupakan bagian penting dari perkembangan pemikiran ekonomi yang menawarkan landasan etis, sosial, dan kelembagaan dalam mengelola aktivitas ekonomi. Di tengah perkembangan sistem ekonomi modern yang ditandai oleh globalisasi, ketimpangan distribusi pendapatan, dominasi pasar, dan kompleksitas kebijakan fiskal, pemikiran para ulama dan cendekiawan Muslim klasik memiliki relevansi untuk dikaji kembali. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran ekonomi Abu Yusuf, Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Khaldun terhadap sistem ekonomi modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari karya-karya klasik, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan komparatif dengan mengidentifikasi konsep utama setiap tokoh serta menghubungkannya dengan persoalan ekonomi kontemporer. Kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Islam klasik memberikan landasan konseptual bagi pengembangan kebijakan fiskal yang berkeadilan, mekanisme pasar yang sehat, distribusi kekayaan, etika bisnis, dan pembangunan ekonomi. Meskipun demikian, penerapannya dalam sistem ekonomi modern memerlukan kontekstualisasi terhadap perkembangan teknologi, kelembagaan, dan struktur ekonomi saat ini. Dengan demikian, pemikiran ekonomi Islam klasik tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi sumber pemikiran normatif dan analitis dalam membangun sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.</em></p> 2026-04-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026