PENGGUNAAN HADIS DALAM ISTINBATH HUKUM NAHDLATUL ULAMA: ANALISIS METODOLOGI LAJNAH BAHTSUL MASA’IL

  • Tri Budianto STAI Aminullah Lampung
Keywords: Hadith; Istinbath;Bahtsul Masa'il; Nahdlatul Ulama; Islamic Legal Methodology

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan metodologi penggunaan hadis Nabi Muhammad SAW dalam proses istinbath hukum Islam yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lajnah Bahtsul Masa’il. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena unik di mana NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam memutuskan perkara hukum tidak secara langsung merujuk pada teks (nash) al-Qur’an dan hadis, melainkan menggunakan kitab-kitab kuning (al-mu’tabarah) sebagai instrumen interpretasi. Praktik ini memicu kritik dari kalangan modernis yang menilai bahwa keputusan hukum NU tidak bersumber langsung dari wahyu, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya terkait legitimasi amaliyah keagamaan warga Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap keputusan-keputusan Muktamar NU dan literatur yang membahas tentang Lajnah Bahtsul Masa’il. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menerapkan tiga metode istinbath secara berjenjang, yaitu: (1) qauliy, yaitu merujuk secara tekstual pada pendapat imam mazhab dalam kitab kuning; (2) ilhaqy, yaitu menganalogikan kasus baru dengan kasus serupa yang telah dijawab dalam kitab mu’tabarah; dan (3) manhajiy, yaitu mengikuti kaidah dan jalan pikiran imam mazhab yang secara langsung menggunakan dalil hadis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa NU tidak memiliki kriteria seleksi hadis yang formal dan ketat, tetapi secara pragmatis menerima hadis dhaif sebagai hujjah, khususnya dalam ranah fadha’il al-a’mal (keutamaan amal), dengan argumentasi bahwa hadis dhaif masih lebih kuat daripada ra’yu (pendapat akal) dan telah mendapat pembenaran melalui ijma’ ulama. Kesimpulannya, pendekatan NU dalam menggunakan hadis mencerminkan sikap kehati-hatian (ikhtiyat) dan upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan (isnad) dari generasi ke generasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun NU terkesan “berjarak” dengan sumber utama, metode ini justru menjadi pembeda fundamental dengan organisasi pembaharu yang mengusung jargon rujuk langsung kepada al-Qur’an dan Hadis, sekaligus menjadi upaya preventif terhadap penafsiran eksklusif-fundamentalis yang berpotensi menyesatkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Hasyim Abbas Hasyim, Kritik Matan Hadis Versi Muhaddisin dan Fuqaha, Cet; I Yogyakarta:Teras.2004.
Abdalla, Ulil Abshar, “NU dan Generasi Baru” Dalam Dinamika Kaum Muda” ,jakarta: PP-IPNU, 1997.
al-Allah, al-Qazwa>ni>, Muh}ammad ibn Yazi>d Abu> ‘Abd, Sunan Ibnu Ma>jah. Juz II. Bai>ru>t: Maktab al-Ma’a>rif Linats\ir wa al-Tauzi>’. 1417 H.
Alauddin, Mughalatai bin Qali>jin bin Abdullah al-Bukjari al-Misri> al-Hakri al-Hanafi Abu Abdullah, Ikma>lu Tahzi>b al-Kama>l fi> al-Asma>I al-Rija>l, juz III, al-Faru>q al-Hadi>si li al-Taba>ati wa al-Nasyri 1422 H.
al-Ba>i‘I, Abu> ‘Abdullah al-Ha>kim Muhammad bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Hamdawiyyah bin Nu>‘i}m bin al-Ha>kim al-Dha>bi{ al-T}ahama>ni al-Naisabu>ri al-Ma‘ru>fi ba> bini, Mustadrak ala> al-Sha>hihai>n, juz I, Bairut: Da>r al-Kutubi al-‘A al-Ja’fi>ya, Muhammad bin Isma>il Abu> Abdilla>h al-Bukha>ri>, Lija>mi’ al-S}ah}ih} al-Mukhtas}ar (S}ah}ih} al-Bukha>ri>), Juz IV, Bab idza Wuqifa Ardlan Walam Yubayyin al-Hudud, No : 2770, Cet: III, Da>r Ibn Kas\i>r, al-Yama>ma>h, Beirut.
al-Khatib, Muhammad Ajjaj, Ushul al-Hadis terj Qodirun Nur dan Ahmad Musyafiq, Cet; IV, Jakarta: Gaya Media Pratama. 2007.
Amin, M.Masyhur, NU & Ijtihad Politik Kenegaraannya, Cet; I, Yogyakarta: al-Amin, 1996.
Asy’ari, K.H.M Hasyim, Sang Kiyai Fatwa, K.H.M Hasyim Asy’ari Seputar Islam dan Masyarakat, Terj: Jamal Ma’ruf Asmani.
Bruinessen, Martin, NU Tradisi, Relasi-relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru, Cet; I, Yogyakarta: LKIS. 1994.
Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren, Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai, Jakarta: LP3ES. 1984.
Fattah, Munawwir Abdul, Tradisi Orang-orang NU, Cet; III, Yogyakarta: Pustaka Pesantren LKIS 2012.
http://forum.nu.or.id/viewtopic.php?f=5&t=626 diakses tanggal 25 November 2009.
Masyhuri, Masalah Keagamaan Hasil Mu’tamar NU, Surabaya: Dinamika Press.1977.
Muzadi, Abdul Muchith, Mengenal Nahdlatul Ulama’, Cet; IV, Surabaya: Khalista, 2006.
Triwulan, Titik, dan Efendi, Jonaedi, Membaca Peta Politik Nahdlatul Ulama’ Sketsa Politik Kiyai & Perlawanan Kaum Muda NU, Cet; I, Jakarta: Lintas Pustaka.2008.
Zahro, Ahmad, Tradisi Intelektual NU Lajnah Bahtsul Mas’ail 1926-1999, yogyakarta: LKIS Yogyakarta 2004
Published
2026-04-14
How to Cite
Tri Budianto. (2026). PENGGUNAAN HADIS DALAM ISTINBATH HUKUM NAHDLATUL ULAMA: ANALISIS METODOLOGI LAJNAH BAHTSUL MASA’IL. Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies, 4(1), 10-15. Retrieved from https://ejournal.panduinstitute.com/index.php/PCFIS/article/view/286
Section
Articles